Kamis, 27 Januari 2011

sekilas SONY VEGAS

SONY VEGAS

Program real time editing berflatform Windows XP yang dikeluarkan oleh SONY, sebuah vendor elektronik terbesar di dunia dengan jaringan broadcast internasional akhirnya juga mengeluarkan software editing profesional yang bisa digunakan oleh kalangan pemula dan profesional.
Program editing profesional ini juga digunakan oleh berbagai rumah produksi di Indonesia. Tayangan-tayangan infotainment yang banyak kita jumpai di TV- TV swasta dihasilkan oleh software ini.
Kemudahan capture video dari kamera video (DV/miniDV) yang sudah terpotong-potong dari tiap cut-to-cut pada kamera DV, mempermudah loging dan proses pengeditan. Capture seperti ini bisa didapatkan juga lewat software-software editing yang memiliki hardware editing seperti Matrox & Avid yang harganya masih relatif mahal.
Berbeda dengan adobe premiere, AVID, Final Cut Pro, sony vegas tidak memakan instalasi yang besar (kurang lebih 100Mb Selain itu, footage dari file-file video seperti mpeg, dat, 3gp, mov, vob dll, file suara seperti wav, mp3, ogg, dan file grafis (bitmap) seperti jpeg, psd, tiff, png, dapat dengan mudah diupload ke editan kita dengan mudah tanpa dukungan sofware lain.
Kebutuhan spesifikasi komputer juga minimalis. Dengan komputer Pentium 4 1,7 /AMD athlon XP 1700, RAM 512, VGA ATI Radeon/Gforce 128 ditambahkan dengan card fire wire serta monitor dengan resolusi 1024 x 768 kita bisa menjalankan program ini dan melakukan prosesnon-linear editing secara mudah dan kualitas hasil renderan yang baik /halus. Sedangkan untuk kapasitas mengedit raw video, akan bergantung dari besarnya kapasitas hardisk.
Sebaiknya, dalam sebuah komputer editing diperlukan minimal 2 Hardisk. 1 hardisk untuk system dll, 1 hardisk untuk menampung file raw video. Logikanya, ketika membaca file raw video yang besar, sistem membutuhkan putaran extra dari hardisk, sehingga bila raw video dan system dimasukan dalam hardisk yang sama, maka kerja hardisk akan sangat berat. Ini juga akan mempengaruhi umur dan daya tahan hardisk.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar